Pada terbitan ini mengangkat tema "Hermeneutik dan Relasi Kehidupan" yang disajikan dalam kajian Teologi baik Sistematika, Biblika, Praktika, Historika dan Misiologi. Pada edisi ini memberikan jawaban secara teologis terhadap problem manusia masa kini, melalui beberapa judul artkel. Berbagai ragam pendekatan terhadap hermeneutik ini menunjukkan bahwa progresivitas dari tema ini sangat luas. Giovani dkk mengkaji Hermeneutik Gadamer yang dihubungkan dengan Generasi Z di Indonesia dalam menafsir. David dkk menelusuri hukum utama dan pertama sebagai landasan bersama dalam melakukan kerja Hermeneutik. Wiranata dkk melihat kemajuan zaman dibutuhkan internalisasi ineransi Alkitab bagi generasi muda yang secara demography sangat besar. Mangero dkk menghubungkan antara Hermeneutik dengan kehidupan sosial masyarakat. Dimas dkk melakukan komparatif antara konsep sola Scriptura dan Prima Scriptura. Dan pada bagian akhir, Tuapattinaya dkk mendorong peranan mahasiswa Teologi dalam membangun penafsiran yang benar di era postmodern.

Diterbitkan: 2022-05-31

HERMENEUTIK HANS-GEORG GADAMER: RUANG BAGI GENERASI Z INDONESIA

Abraham Giovanni Immanuel, Brandon Efraim Giorgio Bolang, Aqsa Gloria Mell Jourdan

1-15

MENGASIHI TUHAN DAN SESAMA SEBAGAI DASAR BERSAMA DALAM HERMENEUTIK KRISTEN

Andreas David, Ananda Tigor Fernando, Nissi Manurung, Wilyam Rantung

16-28

MENGAFIRMASI INERANSI ALKITAB BAGI GENERASI MUDA KRISTEN INDONESIA

Jefvinsky Lewis Wiranata, Samgar Latusuay, Laura Rumondang

29-41

SPRITUALITAS DAN HERMENEUTIK ALKITAB BAGI KEHIDUPAN SOSIAL

Glenn Deo Mangero, Irmayani Tamba, Rivan Novrit Benu

43-54

STUDI KOMPARATIF ANTARA SOLA SCRIPTURA DENGAN PRIMA SCRIPTURA: IMPLIKASI BAGI HERMENEUTIK PENTAKOSTAL

Andra Dimas, Natan Hiama Nainggolan, Grazeline Caroline Bangun, Gita Virginia P

55-64

PERAN MAHASISWA TEOLOGI UNTUK MEMBANGUN PENAFSIRAN YANG BENAR DI ERA POSTMODERN: KAJIAN PEMBINAAN WARGA GEREJA

Susana Prathalia Tuapattinaya, Poppy Aprilianti, Efraim Pasaribu, Israel Ukkap Parlindungan S, Naftali Untung

65-77