KUASA BAHASA KESEPULUH FIRMAN: SUATU KAJIAN ANALISIS WACANA HISTORIS TERHADAP KELUARAN 20:1-17

Penulis

  • Richo Preshart Christian Wenas Universitas Sam Ratulangi image/svg+xml
  • Mariam Lidia Mytty Pandean Universitas Sam Ratulangi image/svg+xml
  • Maya Pinkan Warouw

DOI:

https://doi.org/10.46933/DGS.vol10i2136-159

Kata Kunci:

Kesepuluh Firman, otoritas ilahi, teologi linguistik, analisis wacana kritis, Analisis Wacana Historis

Abstrak

Artikel ini mengkaji Kesepuluh Firman (Keluaran 20:1–17) menggunakan pendekatan Analisis Wacana Historis model Ruth Wodak. Penelitian bertujuan untuk menganalisis bagaimana otoritas ilahi dikonstruksi dan dilegitimasi secara linguistik dan teologis dalam teks tersebut, serta mengungkap implikasi sosial dan teologis dari penggunaan bahasa dalam pembentukan tatanan moral dan spiritual komunitas iman. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesepuluh Firman tidak hanya berfungsi sebagai imperatif etis, tetapi juga sebagai instrumen wacana untuk membangun struktur sosial, melegitimasi kekuasaan ilahi, dan membentuk identitas kolektif umat Israel. Analisis terhadap struktur topik, strategi diskursif, dan perangkat linguistik dalam teks menegaskan peran bahasa sebagai sarana pembentukan norma, otoritas, dan dunia sosial umat beriman. Temuan ini memberikan kontribusi baru dalam kajian teologi biblika melalui perspektif linguistik kritis.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Unduhan

Diterbitkan

2025-08-31

Cara Mengutip

KUASA BAHASA KESEPULUH FIRMAN: SUATU KAJIAN ANALISIS WACANA HISTORIS TERHADAP KELUARAN 20:1-17. (2025). Diegesis : Jurnal Teologi, 10(2), 136-159. https://doi.org/10.46933/DGS.vol10i2136-159