KETIDAKHARMONISAN KELUARGA TERHADAP TINDAKAN SOSIAL DAN SPIRITUAL REMAJA DI YOUTH GBI EBEN HAEZER
DOI:
https://doi.org/10.46933/DGS.vol6i289-103Kata Kunci:
Ketidakharmonisan, Keluarga, Sosial-spiritual, GBI Eben HeazerAbstrak
Masalah kenakalan remaja dewasa ini semakin meresahkan masyarakat terkhusus di kota kosmopolitan seperti Jakarta. Negara-negara yang maju maupun negara yang sedang berkembang juga merasakan keresahan karena kenakalan remaja yang semakin pesat terjadi yang membawa dampak buruk dalam kehidupan sosial masyarakat. Sebut saja masalah pemberontakan terhadap orang tua, seks bebas, merokok, dan minuman berarkohol yang memabukkan. Masalah ini juga merambah ke dalam remaja gereja yang hidup bersama dengan masyarakat secara luas. Akar dari masalah ini adalah keutuhan dan keharmonisan keluarga dalam mendidik anak sesuai Firman Tuhan. Penelian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh disharmonis dalam keluarga bagi kehidupan sosial dan spiritual anak muda. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan variabel Y adalah kehidupan sosial dan spiritual remaja Masterplan Youth GBI Eben Heazer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh ketidakharmonisan keluarga berada pada kategori sangat rendah. Artinya ketidakharmonisan keluarga tidak terlalu berpengaruh besar pada kehidupan sosial dan spiritual remaja. Kenakalan remaja yang terjadi bisa saja karena dipengaruhi oleh faktor lain seperti dari keadaan ekonomi, lingkungan atau bisa dari faktor individu itu sendiri.
Unduhan
Referensi
Amalia, L. (2011). Dampak Ketidakhadiran Ibu Sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) Terhadap Perkembangan Psikologis Remaja. Kodifikasia, 5(1), 1–18.
Amos Hosea. (2019). Karakteristik Pendidikan Iman dalam Pentakostalisme. Diegesis : Jurnal Teologi, 4(2), 51–57. https://doi.org/10.46933/dgs.vol4i251-57
Aviyah, E., & Farid, M. (2014). Religiusitas, Kontrol Diri dan Kenakalan Remaja. Persona:Jurnal Psikologi Indonesia, 3(02), 126–129. https://doi.org/10.30996/persona.v3i02.376
Benyamin, P. I., Sinaga, U. P., & Gracia, F. Y. (2021). Penggunaan “Platform” Digital pada Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di Era Disrupsi. REGULA FIDEI: Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 6(1), 60–68.
Christi, A. M. (2018). Homiletika: Cara Menyusun dan Menyampaikan Khotbah yang Inspiratif. STT Bethel Indonesia.
Cipta, H. (2017). Dampak Perceraian Terhadap Kenakalan Remaja. Edugama: Jurnal Kependidikan Dan Sosial Keagamaan, 3(2), 88–103. https://doi.org/10.32923/edugama.v3i2.724
Een, Tagela, U., & Irawan, S. (2020). Jenis-jenis Kenakalan Remaja dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi di Desa Merak Rejo Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang. Jurnal Bimbingan Dan Konseling Terapan, 4(1), 119–130.
Ellysa. (2017). Situasi Kesehatan Reproduksi Remaja. In Situasi Kesehatan Reproduksi Remaja.
Hadisuprapto, P. (2010). Delinkuensi Anak Pemahaman dan Penanggulangannya. Selaras.
Hidajahturrokhmah, N., Kemuning, D. R., Rahayu, E. P., Araujo, P. A., Taqwim, R. A., & Rahmawati, S. (2018). Sosialisasi HIV Atau AIDS Dalam Kehamilan Di Rt 27 Rw 10 Lingkungan Tirtoudan Kelurahan Tosaren Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Journal of Community Engagement in Health, 1(1), 14–16. https://doi.org/10.30994/10.30994/vol1iss1pp16
Janesari, O. (2009). Persepsi Remaja tentang Penyebab Perilaku Kenakalan Remaja. Universitas Sanata Dharma.
Johni Hardori. (2014). The Lost of Pastoral Ministry. In Reaffirming our Identity (p. 285). STT Bethel Indonesia.
Nadya Paramitha, Nuraeni, N., & Setiawan, A. (2019). Sikap Remaja Yang Mengalami Broken Home: Studi Kualitatif. Jmcrh, 3(3), 137–149.
Noegroho, E. (2016). Studi Kasus Perilaku Delinkuen dalam Aspek Seksual di Jatinegara, Jakarta Timur dalam Konteks Implementasi Sistem Hukum dan Kebijakan Pemukiman. Indonesian Journal of Criminology, 12(1), 27–40.
Pakpahan, G. K. R. . (2020). Karakteristik Misi Keluarga Dalam Perspektif Perjanjian Lama. VOX DEI: Jurnal Teologi Dan Pastoral, 1(1), 16–36.
Purim Marbun. (2020). Optimalisasi Fungsi Rumah Sebagai Tempat Pembinaan Warga Gereja di Masa Pandemi Covid-19. Diegesis: Jurnal Teologi Kharismatika, 3(1), 26–43.
Puslidatin. (2019). Penggunaan Narkotika di Kalangan Remaja Meningkat. Badan Narkotika Nasional RI.
Rahmajati, E. (2018). Kenakalan Remaja Ditinjau dari Elemen Ikatan Sosial. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Salman, I., Benyamin, P., & Wartoni, W. (2021). Monitoring Model and Evaluation of ICT Utilization in The New Normal Era in Distance Learning in Madrasah. 1–8. https://doi.org/10.4108/eai.11-11-2020.2308302
Sirait, J. E. (2016). Pendidik Kristen Profesional, Inspiratif Dan Menarik. REGULA FIDEI: Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 1(1), 33–62.
Sirait, J. E. (2021). Persepsi Pendidik Agama Kristen mengenai Pemicu Juvenile Delinquency di Indonesia. SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 2(1), 1–15. https://doi.org/10.52220/sikip.v2i1.77
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D (19th ed.). Alfabeta.
Sumara, D., Humaedi, S., & Santoso, M. B. (2017). Kenalakan Remaja dan Penanganannya. Jurnal Penelitian & PPM, 4(2), 346–353.
Trisna, R. P. (2016). Peranan Orang Kristen dalam Kehidupan Bernegara. In Bergereja dalam Bingkai Kebangsaan. STT Bethel Indonesia.
Untung, N., Tanonggi, R. O., & Pekuwali, J. R. (2021). Komsel Pemuridan Kreatif Pemuda GBI Bukit Sion. Jurnal PKM Setiadharma, 1(1), 91–99.
Winurini, S. (2018). Remaja dan Perilaku Berisiko terhadap Minuman Keras (MIRAS) Oplosan. Info Singkat Bidang Kesejahteraan Sosial, 10(8), 13–18.
Zakiyyah, M. (2019). Pengaruh Kenakalan Remaja Terhadap Tingkat Kecemasan Orang Tua di Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo. JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan), 3(1), 19–23. https://doi.org/10.33006/ji-kes.v3i1.124
Zaluchu, S. E. (2020). Strategi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif Di Dalam Penelitian Agama. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili Dan Pembinaan Warga Jemaat, 4(1), 28. https://doi.org/10.46445/ejti.v4i1.167
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).




