Ritual Slaughtering of Livestock in “Aluk Rambu Solo”:

How the way of Torajan Appropriate the Doctrine of Jesus as Sacrifice

Penulis

  • Tony Salurante Salurante

DOI:

https://doi.org/10.46933/DGS.vol5i264-77

Kata Kunci:

Interkultural, Doktrin Pengorbanan Kristus, Rambu Solo

Abstrak

Kebudayaan Indonesia sangat kaya dengan ritual keagamaan, menariknya salah satu kebudayaan yang usianya sangat tua adalah ritual pemotongan hewan, yang juga biasa dilakukan sejak zaman Abraham. Hampir semua tradisi dari berbagai dunia memiliki ritual kurban dengan memotong segala jenis hewan. Salah satu tradisi itu ada di Tana Toraja. Dalam penelitian ini penulis menyoroti suatu usaha untuk mengadopsi ritual mantunnu tedong untuk menjelaskan pemahaman orang percaya mengenai pengorbanan Kristus di atas kayu salib. Dalam tulisan meyakini adanya titik temu atau jembatan yang mampu menjelaskan ajaran Alkitab bagi orang-orang di Toraja sehingga mereka dapat memaknai ritual Rambu Solo beserta ritual pemotongan kerbau lebih alkitabiah.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Unduhan

Diterbitkan

2020-08-31

Cara Mengutip

Ritual Slaughtering of Livestock in “Aluk Rambu Solo”:: How the way of Torajan Appropriate the Doctrine of Jesus as Sacrifice. (2020). Diegesis : Jurnal Teologi, 5(2), 64-77. https://doi.org/10.46933/DGS.vol5i264-77