Ritual Slaughtering of Livestock in “Aluk Rambu Solo”: How the way of Torajan Appropriate the Doctrine of Jesus as Sacrifice

Isi Artikel Utama

Tony Salurante

Abstrak

Kebudayaan Indonesia sangat kaya dengan ritual keagamaan, menariknya salah satu kebudayaan yang usianya sangat tua adalah ritual pemotongan hewan, yang juga biasa dilakukan sejak zaman Abraham. Hampir semua tradisi dari berbagai dunia memiliki ritual kurban dengan memotong segala jenis hewan. Salah satu tradisi itu ada di Tana Toraja. Dalam penelitian ini penulis menyoroti suatu usaha untuk mengadopsi ritual mantunnu tedong untuk menjelaskan pemahaman orang percaya mengenai pengorbanan Kristus di atas kayu salib. Dalam tulisan meyakini adanya titik temu atau jembatan yang mampu menjelaskan ajaran Alkitab bagi orang-orang di Toraja sehingga mereka dapat memaknai ritual Rambu Solo beserta ritual pemotongan kerbau lebih alkitabiah.

##plugins.themes.bootstrap3.displayStats.downloads##

##plugins.themes.bootstrap3.displayStats.noStats##

Rincian Artikel

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Ritual Slaughtering of Livestock in “Aluk Rambu Solo”:: How the way of Torajan Appropriate the Doctrine of Jesus as Sacrifice. (2020). Diegesis : Jurnal Teologi, 5(2), 64-77. https://doi.org/10.46933/DGS.vol5i264-77

Referensi