PEMIKIRAN TRANSENDENSI DAN IMANENSI THOMAS AQUINAS DAN IMPLIKASINYA BAGI TEOLOGI PERIBADATAN PENTAKOSTA
DOI:
https://doi.org/10.46933/DGS.vol8i137-54Kata Kunci:
Trasenden, imanen, kaum Pentakostal, hadirat AllahAbstrak
Pemikiran bahwa Allah itu jauh menjadikan persoalan bagi kaum Pentakostal. Padahal Allah itu disebut sebagai Bapa yang dekat menyapa umat-Nya. Penelitian ini untuk memberikan jawaban secara spesifik akan pemikiran Thomas Aquinas yang dipadukan dengan Pentakostalisme tentang peribadatan bahwa Allah hadir sebagai transenden dan imanen. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan teologi konstruktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umat Pentakostal harus memahami lebih dahulu transenden dan imanen adalah sebagai wujud kehadiran Allah yang kudus. Dalam peribadatan kaum Pentakostal, Allah imanen menjadi bukti Allah itu dekat ketika menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran dan Allah transenden dan imanen pada esensinya soal keberadaan-Nya bukan hanya dicari pembuktiannya namun dialami.
Unduhan
Referensi
Aquinas, T. (1954). Questiones Disputatae de Veritate. Chicago Henry Regnery.
Baskoro Paulus Kunto. (2021). Pemuridan dalam Konsep Teologi Pentakostal bagi Pertumbuhan Gereja. Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia, 1(1), 65–77.
Copleston, F. (2021). Filsafat Santo Thomas Aquinas (E. A. Astanto (ed.); Cetakan Pe). BASABASI.
Destyannto, Y. T. R., Lubianto, D., & Jono. (2022). Pemulihan Pondok Daud: Landasan Teologis dan Pembaharuan Pujian dan Penyembahan Pentakosta Masa Kini. The Way: Jurnal Teologi Dan Kependidikan, 08(01), 1–23.
Gea, L. D., & Darmawan, I. P. A. (2021). Tantangan Humanisme Bagi Pendidikan Agama Kristen Abad 21 Dan Tanggap Teologisnya. Jurnal Shanan, 5(1), 1–14. https://doi.org/10.33541/shanan.v5i1.2621
Hannas, H., & Rinawaty, R. (2019). Apologetika Alkitabiah tentang Penciptaan Alam Semesta dan Manusia terhadap Kosmologi Fengshui sebagai Pendekatan dalam Pekabaran Injil. DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 4(1), 55–74. https://doi.org/10.30648/dun.v4i1.206
Hardori, J., Rajagukguk, J., Randy, P., Sinaga, N., & Ruben, H. (2019). Studi Teologi Kontekstual terhadap pemberian Ulos dalam pernikahan adat Batak. Matheo: Jurnal Teologi/Kependetaan, 9(1), 39–56.
Hasiholan, A. M., & Setyobekti, A. B. (2021). Implikasi Hikmat Menurut Paulus Dalam Menentang Pengaruh Ajaran Kaum Sofis di Korintus. Manna Rafflesia, 1(c), 27–52.
Hosea, A. (2018). Fenomena Kelompok Sel (Cell Group) dalam Gereja Lokal. Diegesis: Jurnal Teologi, 3(2), 1–13.
Indriswari, L., & Giawa, K. (2019). Pengaruh Pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen terhadap Karakter Anak. Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 10(1).
Istodor, G. (2016). Transcendent and Immanent in the Orthodox Theology. Dialogo, 2(2), 45–54.
Juhani, S. (2017). Teologi Dialektis: Buah Teologi Dari Rahim Perang Dunia Pertama. Jurnal Ledalero, 16(1), 7. https://doi.org/10.31385/jl.v16i1.56.7-25
Luni, T. Y. (2015). Ibadah Kontemporer: Sebuah Analisis Reflektif terhadap Hadirnya Budaya Populer dalam Gereja Masa Kini. Jurnal Jaffray, 13(1), 36–54.
Mangentang, M., & Salurante, T. (2021). Membaca Konsep Kasih Dalam Injil Yohanes Menggunakan Lensa Hermeneutik Misional. Phronesis: Jurnal Teologi Dan Misi, 4(1), 1–13. https://doi.org/10.47457/phr.v4i1.142
Pakpahan, G. K. R. (2015). Diberi Kuasa untuk Berdoa dengan Penuh Otoritas. In Empowered to Serve (pp. 27–52). STT Bethel Indonesia.
Pakpahan, G. K. R. (2019). Telusur Karya Ruakh (Roh) Dalam Perjanjian Lama. Diegesis: Jurnal Teologi, 4(2), 1–14. https://doi.org/10.46933/dgs.vol4i21-14
Pakpahan, G. K. R., & Pantan, F. (2022). Destructive Leadership in State and Religion: An Exegetical Study of Hosea 7:1-16. Old Testament Essays, 35(2), 1–19. https://doi.org/10.17159/2312-3621/2022/v35n2a11
Ransford, H. C. (2016). Immanence or Transcendence? Mathematical View. Dialogo, 2(2), 21–33.
Sembiring, N. (2018). Mengatasi Degradasi Moral Melalui Pembinaan Warga Gereja. ILLUMINATE: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 1(1), 22–42.
Setyobekti, A. B. (2017). Pondasi Iman. Bethel Press.
SMAK St. Thomas Aquinas Ruteng. (2021). Biografi Santo Thomas Aquinas. Smakaquinasruteng.Sch.Id.
Subardjo, M. T. (2015). Spiritual Worldliness sebagai Ancaman Besar Gereja Sepanjang Zaman. Jurnal Teologi, 4(1), 73–87.
Sudjono, A. (2011). Pentakostalisme. Jurnal Antusias, 1(2), 6–12.
Sumarno, Y., Lasfeto, A., Paendong, V. A. R., Rut, & Leorince. (2022). Penerapan Hybrid Class pada Pembelajaran Tatap Muka di Prodi Pendidikan Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(3), 4186–4197.
Sutoyo, D. (2018). Analisis Historis terhadap Teologi Gerakan Pentakostalisme. DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 2(2), 167. https://doi.org/10.30648/dun.v2i2.171
Togatorop, T. (2019). Teologi Pentakosta. 1–29.
Untung, N., Wariki, V., Merari, D. B., Budi, A., & Sugiono, S. (2019). Kepemimpinan Karismatik dalam Meningkatkan Iman Kaum Muda di Gereja Bethel Indonesia Kota Jambi. MATHEO: Jurnal Teologi/Kependetaan, 9(1), 8.
Wariki, V., & Poli, K. D. (2019). Implementasi Pengajaran yang Berorientasi kepada Kehidupan Kristen Sejati Untuk Meningkatkan Motivasi Beribadah Youth GBI Eben Haezer. Pneumata: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, I(1), 1–12.
Wijaya, D. A. (2019). Tinjauan Terhadap Teori Kenosis Menurut Filipi 2:6-8 dan Permasalahannya. CONSILIUM: Jurnal Teologi Dan Pelayanan, 20(2), 153–171.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).




