THE PARABLE OF THE PRODIGAL AND HIS BROTHER: LITERARY AND HISTORY CHRITICISM FROM LUKE 15:11-32

Penulis

Kata Kunci:

parable, Literary, History, Criticism, Luke 15:11-32

Abstrak

Perumpamaan tentang anak yang hilang dalam Lukas 15:11-32 adalah bagian yang sering dibahas. Pembicaraan biasanya ditujukan kepada si bungsu yang menyadari kesalahannya dan kemudian kembali kepada ayahnya. Tanggapan ayah yang memeluk si bungsu dari pelariannya mengundang kemarahan si sulung. Setelah cerita, pembaca akan menutupnya dan mengambil implikasi yang dapat dipelajari dari perumpamaan tersebut. Namun, ada aspek lain yang patut dipelajari, terutama mengenai makna terdalam dari perumpamaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna perumpamaan tentang anak yang hilang. Metode penelitian yang digunakan adalah kritik sastra dan sejarah biblika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna anak yang hilang tidak hanya ditujukan kepada anak bungsu. Tetapi kepada yang tertua yang tidak mengerti hati ayahnya terhadap orang-orang yang kembali dari kehilangannya. Jadi, yang hilang dalam perumpamaan ini adalah yang tertua, bukan yang termuda.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Amos Hosea. (2019). Karakteristik Pendidikan Iman dalam Pentakostalisme. Diegesis : Jurnal Teologi. https://doi.org/10.46933/dgs.vol4i251-57

Arthurs, J. D. (2007). Preaching With Variety: How to Re-create the Dynamics of Biblical Genres (Preaching With Series). Kregel Academic & Professional.

Blomberg, C. L. (2004). Preaching The Parables: From Responsible Interpretation to Powerful Proclamation. Baker Academic.

Boice, J. M. (2001). The Parable of the Sower. Monergism.

Chandra, D. C. (2019). Fungsi Teori dalam Metode Penelitan Kualitatif. Reseach Gate.

Gratia, Y. P. (2020). Ulasan Buku Daniela C. Augustine: Pentecost, Hospitality and Transfiguration-Toward A Spirit-Inspired Vision of Social Transformation. Diegesis : Jurnal Teologi, 5(1), 11–14.

Hultgen, A. J. (2000). The Parables of Jesus: A Commentary. Eerdmans Publishing.

Jeremias, J. (1972). The Parables of Jesus. Scribne.

Keller, T. (2014). Generous Justice: How God’s Grace Makes Us Just. Penguin Books.

Kistemaker, S. J. (2002). The Parables: Understanding the Stories Jesus Told. Baker Books.

Klein, W. W., Blomberg, C. L., & Hubbard, R. L. (2017). Introduction to Biblical Interpretation: Third Edition. Zondervan Academic.

KR.Pakpahan, G. (2019). TELUSUR KARYA RUAKH(ROH)DALAM PERJANJIAN LAMA. Diegesis : Jurnal Teologi, 4(2), 1–14.

Leon Morris. (1996). New Testament Theology. Zondervan Publishing.

Marbun, P. (2019). STRATEGI PEMBELAJARAN TRANSFORMATIF. Diegesis : Jurnal Teologi, 4(2). https://doi.org/10.46933/dgs.vol4i241-49

Pantan, F. (2016). Metafisika Pendidikan Iman di Gereja. Diegesis: Jurnal Teologi, 1(1).

Sirait, J. E. (2021). Analisis Pengaruh Kompetensi Guru Terhadap Keberhasilan Pembelajaran di Sekolah Dasar Bethel Tanjung Priok Jakarta Utara. Diegesis: Jurnal Teologi, 6(1), 46–69.

Sugiono, S., & Hardori, J. (2020). Domain Desain Pembelajaran Inkarnatif. Diegesis: Jurnal Teologi, 5(2), 14–24. https://doi.org/10.46933/dgs.vol5i214-24

Tenney, M. C. (2001). The Wycliffe Bible Commentary, Vol. 3 (C. F. Pfeiffer & E. F. Harrison (eds.)). Gandum Mas.

Wallace, D. B. (1996). Greek Grammar Beyond and Basics: An Exegetical Syntax of The New Testament. Zondervan Publishing.

Wasino, & Hartatik, E. S. (2018). Metode Penelitian Sejarah: Dari Riset Hingga Penulisan. Magnum, Pustaka Utama.

Wiryohadi, W., Sitompul, P., & Widiada, G. (2021). Model Pendampingan Pastoral Bagi Remaja yang Mengalami Broken Home Guna Membangun Citra dan Konsep Diri yang Benar. Diegesis: Jurnal Teologi, 6(2), 55–71.

Diterbitkan

2022-02-28

Cara Mengutip

THE PARABLE OF THE PRODIGAL AND HIS BROTHER: LITERARY AND HISTORY CHRITICISM FROM LUKE 15:11-32. (2022). Diegesis : Jurnal Teologi, 7(1), 1-10. https://sttbi.ac.id/journal/index.php/diegesis/article/view/198