SUPREMASI YESUS DI ERA POSTMODERN: MENELUSURI KRISTOLOGI ATHANASIUS DALAM TEORI DAN PRAKSIS

Penulis

  • Anggi Maringan Hasiholan Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.46933/DGS.vol8i2238-260

Kata Kunci:

Athanasius, Kristologi, Postmodern, Supremasi

Abstrak

Artikel ini memberikan tinjauan singkat mengenai penerimaan teori dan praksis Kristologi Athanasius di era postmodern. Athanasius sebagai Rasul pembela konsili Nicea patut untuk ditelusuri pemikiran dan praksisnya, khususnya tentang soteriologi dan kristologinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kristologi dan soteriologi Athanasius untuk diimplementasikan bagi kekristenan di era postmodern. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Athanasius memandang manusia pada mulanya diciptakan dalam hubungan yang benar dengan Allah, tetapi dosa memisahkan manusia dari Allah. Manusia jatuh ke dalam keadaan dosa dan kehancuran serta kehilangan kehidupan sejatinya dan hubungan yang benar dengan Sang Pencipta. Tetapi Allah yang pengasih mengutus Putra-Nya, Yesus Kristus, untuk memulihkan dan menyelamatkan umat manusia. Disinilah Logos Allah berkarya dalam penciptaan, penyelenggaraan, dan penyelamatan umat manusia. Konsep Athanasius ini mempengaruhi konsep keselamatan gereja masa kini, dan dampak pemikiran Athanasius ini menjadi sebuah acuan bagi gereja dalam doktrin keselamatan. Dalam internalisasi bagi masyarakat postmodern, terdapat empat langkah yang dapat dilakukan, yaitu (i) kejelasan; (ii) kredibilitas; (iii) masuk akal; (iv) intimasi.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Barnes, Timothy David. 2001. Athanasius and Constantius: Theology and Politics in the Constantinian Empire. Harvard University: Harvard University Press.

Beek, Abraham Van De. 2010. “The Relevance of Athanasius in Dogmatics.” Church History and Religious Culture 90, no. 2: 287–309. https://doi.org/10.1163/187124110X542419.

Brey, John D. 2020. “Nehushtan the Nazarene.”

Butarbutar, Marlon. 2018. “Kristologi Biblika Menurut Kaum Reformed Sebagai Salah Satu Dasar Apologetika dalam Menghadapi Pengajaran Gnostik di Era Postmodern.” SCRIPTA: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kontekstual 6, no. 2: 166–128.

Butarbutar, Rut Debora, and Binsar Jonathan Pakpahan. 2021. “Konsep Trinitarian Pneumatologis Sebagai Landasan Teologi Agama-Agama.” Kurios: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 7, no. 2. https://doi.org/https://doi.org/ 10.30995/kur.v7i2.205.

Dragas, George Dion. 2005. Saint Athanasius of Alexandria: Research and New Perspectives. New Hampshire: Orthodox Research Institute.

Ferguson, Everett. 2013. Church History Volume 1: From Christ to the Pre-Reformation. Grand Rapids, MI: Zondervan.

Hasiholan, Anggi Maringan, dan Aldi Abdillah. 2022. “The Concept of Love in Islam, Christianity, and Judaism for the Postmodern Indonesian Religious Communities.” Dialog 45, no. 2: 195–206. https://doi.org/10.47655/dialog.v45i2.652.

Hasiholan, Anggi Maringan, and Andreas Budi Setyobekti. 2021. “Implikasi Hikmat Menurut Paulus dalam Menentang Pengaruh Ajaran Kaum Sofis Di Korintus.” Manna Rafflesia 1, no. c: 27–52.

Jacobs, Tom. 2002. Paham Allah Dalam Filsafat, Agama-Agama, dan Teologi. Yogyakarta: Kanisius.

Lane, Tony. 1990. Runtut Pijar: Sejarah Pemikiran Kristiani. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Lohse, Bernhard. 2020. Pengantar Sejarah Dogma Kristen. 11th ed. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Lukito, Daniel Lukas. 2019. Pudarnya Konsep Dosa dalam Dunia Kekinian: Doktrin Tentang Dosa. Malang: Literatur SAAT.

Möhler, Johann Adam. 1928. Athanasius Der Grosse Und Die Kirche Seiner Zeit, Besonders Im Kampfe Mit Dem Arianismus. Mainz: Salzwasser Verlag.

Pettersen, Alvyn. 2005. “Christ Death – A Liturgical Event for Athanasius of Alexandria?” Theological StudiesStudies 66, no. 1: 22–31.

Purwatma, M. 2015. Firman Menjadi Manusia. Yogyakarta: Kanisius.

Schellenberg, Jacquelyn B. 2021. “An Examination of On the Incarnation of the Word by Athanasius of Alexandria.” The American Journal of Biblical Theology 22, no. 36: 1–12.

Sendjaja, Hendri M. 2012. “Paham Yesus Kristus Menurut Athanasius dari Aleksandria dalam Contra Gentes - De Incarnatione.” Orientasi Baru 21, no. 1: 19–34.

Stob, Ralph. 1934. “Stoicism and Christianity.” Classical Journal 30.

Susanto, Hery. 2019. “Church Focused on Missionary Movement [Gereja yang Berfokus Pada Gerakan Misioner].” FIDEI: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika 2, no. 1: 62–80. https://doi.org/10.34081/fidei.v2i1.23.

Susanto, Mathew Joseph. 2021. “Ia Menjadi Daging Demi Keselamatan Kita: Pemikiran Athanasius Tentang Gagasan Homoousios, Inkarnasi Kristus, dan Keselamatan.” Yogyakarta: Universitas Kristen Duta Wacana.

Tambunan, Anggi Maringan Hasiholan, and Andreas Budi Setyobekti. 2021. “Ekstraksi Pemahaman Cyprianus Tentang Extra Ecclesiam Nulla Salus Bagi Gereja Pentakosta di Era Postmodern.” KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta 4, no. 1: 28–42.

Theology, Faculty O F, and John R Meyer. 1992. “The Soteriology of Saint Athanasius of Alexandria - The Conformation of the Christian to Christ.” Sacra Theologia 22, no. 3.

Thomson, Robert W, ed. 1971. Athanasius: Contra Gentes and De Incarnatione. Clarendon, Oxford: Oxford Early Christian Texts.

Torrance, Thomas F. 1975. Theology in Reconciliation. London: Geoffrey Chapma.

Verdianto, Yohanes. 2020. “Ontologi Kristus dan Hubungannya dengan Soteriologi.” EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani 4, no. 2: 273–82.

Wells, David F. 1984. The Person of Christ: A Biblical and Historical Analysis of the Incarnation. Wheaton, IL: Crossway Books.

———. 2017. “The Supremacy of Christ in a Postmodern World.” In The Supremacy of Christ in a Postmodern World, 21–50. Wheaton, IL: Crossway Books.

Wilgenburg, Arwin Van. 2010. “The Reception of Athanasius within Contemporary Roman Catholic Theology.” Church History and Religious Culture 90, no. 2: 311–37. https://doi.org/10.1163/187124110X542428.

Williams, Gillian, and Mariette Harcombe. 2023. “Reconsidering the Nehushtan as a Magical Healing Device within the Geographical, Cultural, and Magico-Religious Context of the Ancient Near East.” Religions 14, no. 11: 1–15. https://doi.org/10.3390/rel14111404.

Unduhan

Diterbitkan

2023-08-31

Cara Mengutip

SUPREMASI YESUS DI ERA POSTMODERN: MENELUSURI KRISTOLOGI ATHANASIUS DALAM TEORI DAN PRAKSIS. (2023). Diegesis : Jurnal Teologi, 8(2), 243-261. https://doi.org/10.46933/DGS.vol8i2238-260