PELATIHAN GURU SEKOLAH MINGGU SEBAGAI FASILITATOR DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK KELAS TODDLER DI GBI PEKAN RAYA JAKARTA
Kata Kunci:
Pembentukan Karakter, Guru Sekolah Minggu, Fasilitator, GBI PRJAbstrak
Pembentukan karakter anak merupakan tanggungjawab orang tua. Namun, Tuhan memberikan gereja sebagai wadah yang sama dengan keluarga untuk membantu pembentukan karakter anak. Berbagai usaha dilakukan agar anak dapat mengamalkan sikap religius sebagai orang Kristen. Oleh karena itu, peranan guru sekolah minggu menjadi penting dalam melaksanakan tugas ini. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan peran guru sekolah minggu sebagai fasilitator untuk membentuk karakter dari anak sekolah minggu. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sedangkan metode pelaksanaan dilakukan dengan implementasi peran guru sebagai fasilitator kepada anak sekolah minggu kelas Toddler di Gereja Bethel Indonesia Pekan Raya Jakarta. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan karakter antara lain faktor internal yaitu keturunan dan fisik sedangkan faktor eksternal yaitu faktor keluarga, sekolah, gereja, dan lingkungan. Selain itu, guru Sekolah Minggu harus memahami karakteristik anak kelas Toddler yaitu anak yang egois, anak memiliki rasa ingin tahu tinggi, anak memiliki konsentrasi pendek, anak yang meniru dan anak yang suka bermain. Oleh sebab itu, dalam penyelesaian masalah ini diharapkan peranan guru Sekolah Minggu dapat melakukan pembentukan karakter melalui peranan fasilitator. Fasilitator ini dengan memberikan metode pendekatan, keteladanan, memenuhi kebutuhan anak, pembentukan konsep diri anak, pembentukan spiritualitas anak dan metode pembiasaan, dengan menerapkan nilai-nilai pembentukan karakter seperti religius, taat, disiplin, bertanggung jawab, dan jujur sehingga anak mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Referensi
Barnawi, & Arifin, M. (2012). Manajemen Sarana dan Prasarana sekolah. Ar-Ruzz Media.
Bredekamp, S. (2010). Developmentally Appropriate Practice in Early Childhood Programs Serving Children From Birth Through Age 8. AAEYC.
Chandra, D. C. (2019). Fungsi Teori dalam Metode Penelitan Kualitatif. Reseach Gate.
Christi, Apin Militia. (2012). Pengudusan Orang Percaya. In Pemikiran Teolog Gereja Bethel Indonesia tentang Teologi Pentakosta (pp. 151–171). STT Bethel Indonesia.
Christi, Apin Miltia, Kathryn, S., Widiada, G., & Soselisa, S. C. (2019). Strategi Pastoral Menghadapi Problem Keharmonisan Pasangan Suami Istri di GBI Eben Heazer. MATHEO: Jurnal Teologi/Kependetaan, 9(1), 1–13.
Gede Widiada. (2014). Gembala Sidang yang Visioner. In J. Gultom & F. Pantan (Eds.), Reaffirming our Identity: Isu-isu Terpilih Menjawab Perubahan Sekaligus Mempertahankan Identitas (pp. 335–348). Bethel Press.
J. Brubaker, O., & E. Clark, R. (2000). Memahami Sesama Kita. Gandum Mas.
James, & Marry, K. (1998). Dari Bayi Sampai Dewasa. Gunung Mulia.
Johni Hardori. (2014). The Lost of Pastoral Ministry. In J. Gultom & F. Pantan (Eds.), Reaffirming our Identity: Isu-isu Terpilih Menjawab Perubahan Sekaligus Mempertahankan Identitas (pp. 285–304). Bethel Press.
Mansur. (2009). Pendidikan Anak Usia Dini. Pustaka Belajar.
Muryati Setianto. (2014). The Church and the Vocation of Missio Ecclesiae [Gereja dan Panggilan Missio Ecclesiae]. In J. Gultom & F. Pantan (Eds.), Reaffirming our Identity: Isu-isu Terpilih Menjawab Perubahan Sekaligus Mempertahankan Identitas (pp. 221–248). Bethel Press.
Pantan, F. (2016). Metafisika Pendidikan Iman di Gereja. Diegesis: Jurnal Teologi, 1(1).
Panuntun, D. F., Tanduklangi, R., Adeng, M., & Randalele, C. E. (2019). Model Ibadah Sekolah Minggu Kreatif-Interaktif bagi Generasi Alfa di Gereja Toraja. BIA’: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen Kontekstual, 2(2), 193–208. https://doi.org/10.34307/b.v2i2.113
Saifudin, A. (2014). Metode Penelitian. Pustaka Belajar.
Setyobekti, A. B. (2017). Pondasi Iman. Bethel Press.
Sholikah, A. (2016). Statistik Dekskriptif dalam penelitian Kualitatif. Fakultas Dakwah IAIN Purwoketo, 10(06), 9.
Sugiono. (2015). Metode penelitian. Alpabeta.
Sugiono, S. (2014). Kualitas Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK). In J. Gultom & F. Pantan (Eds.), Reaffirming our Identity: Isu-isu Terpilih Menjawab Perubahan Sekaligus Mempertahankan Identitas (pp. 167–186). Bethel Press.
Sumarno, P. (2015). Pendidikan Karakter di Sekolah: Sebuah Pengantar Umum (Pertama). Kanisius.
Sumarno, Y. (2008). Kecerdasan Emosional dan Kemampuan Berinteraksi Dengan Lingkungan. Edukasi: Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 1(1), 87–105.
Sumarno, Y. (2009). Kasih Sayang Orangtua Mempengaruhi Pertumbuhan Remaja. Edukasi: Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 2(1), 29–40.
Wariki, V., Muryati, & Poli, K. D. (2019). Implementasi Pengajaran yang Berorientasi kepada Kehidupan Kristen Sejati Untuk Meningkatkan Motivasi Beribadah Youth GBI Eben Heazer. Pneumata: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, I(1), 1–12.
Wiryohadi, W. (2014). Gereja Berbasis Visi dan Misi Kerajaan Allah. In J. Gultom & F. Pantan (Eds.), Reaffirming our Identity (1st ed., p. 261). STT Bethel Indonesia.
Zubaedi. (2011). Desain Pendidikan Karakter : Konsepsi dan Aplikasinya Dalam Lembaga Pendidikan. Kencana Prenada Media Group.