SARAH AND THE FORMATION OF ISRAEL’S IDENTITY: A FEMINIST CRITIQUE OF GENESIS 11-23
Isi Artikel Utama
Abstrak
Identitas bangsa Israel dalam narasi Perjanjian Lama merupakan hasil dari rangkaian peristiwa sejarah yang dipenuhi dimensi spiritual, teologis dan silsilah. Dalam kerangka besar ini, perempuan sering kali dipandang sebagai tokoh pendamping atau pelengkap dalam narasi para patriarki. Kajian ini untuk menelaah posisi tokoh Sara dalam kisah Abraham dalam kisah sejarah bangsa Israel, serta menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran mendasar dalam pembentukan identitas iman dan sejarah bangsa Israel. Menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka, dengan analisis terhadap teks Kitab Kejadian dan sumber-sumber teologi serta feminisme. Tulisan ini menunjukkan bahwa pengalaman iman, tubuh, dan rahim Sara menjadi simbol utama dalam penggenapan janji Allah dan pembentukan identitas kolektif umat Israel. Dalam konteks ini, Sara tidak hanya menjadi alat biologis atau pendamping patriarki, tetapi juga agen aktif dalam narasi keselamatan. Tokoh Sara merepresentasikan jembatan antara janji ilahi dan realitas historis Israel, sehingga membuka ruang hermeneutik baru yang mengafirmasi pengalaman perempuan dalam sejarah iman. Studi ini membuka ruang hermeneutis baru yang lebih inklusif terhadap pengalaman perempuan dalam tradisi keagamaan.
##plugins.themes.bootstrap3.displayStats.downloads##
Rincian Artikel
Bagian

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Cara Mengutip
Referensi
Adiwidjajanto, Koes. 2016. “Sejarah Bangsa Israel Awal dalam Perspektif Tafsir Sejarah Teologi Alkitabiah dan Arkeologi Biblikal.” Religió: Jurnal Studi Agama-Agama 6 (1): 38–64. https://doi.org/10.15642/religio.v6i1.609.
Beauvoir, Simone de. 2011. The Second Sex. Translated by Constance Borde and Sheila Malovany-Chevallier. 1st Vintage Books ed. New York: Vintage Books.
Djawa, Jerda. 2012. “Perjuangan Perempuan di Tengah Budaya Patriarki dalam Perjanjian Lama.” In Ketika Perempuan Berteologi: Berteologi Feminis Kontekstual, edited by Asnath Niwa Natar, 25–45. Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen.
Endojowatiningsih, Maria Hanie. 2013. “Jati Diri Perempuan Menurut Kejadian 1–2 dan Relevansinya bagi Sikap Kristiani terhadap Pengaruh Gerakan Feminisme di Indonesia.” Missio Ecclesiae 2 (2): 125–142. https://doi.org/10.52157/me.v2i2.29.
Gunawan, Lina. 2016. “Kesetaraan dan Perbedaan Laki-Laki dan Perempuan: Kritik terhadap Gerakan Feminisme.” Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat 3 (2): 288–313. https://doi.org/10.33550/sd.v3i2.39.
Natar, Asnath Niwa. 2020. “Perempuan: Sumber Dosa atau Sumber Hikmat? Tafsir Ulang Kejadian 3:1–24 dari Perspektif Feminis.” Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 4 (2): 175–185. https://doi.org/10.46445/ejti.v4i2.280.
Pakpahan, Abraham. 2023. “Mendengar Suara Perempuan dalam Peristiwa Bungkamnya Sarah: Studi Naratif Dialog Abram dengan Sarai dalam Kej. 12:10–20.” DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika 6 (2): 104–114. https://doi.org/10.53547/diegesis.v6i2.485.
Pardosi, Milton T. 2019. “Analisa Kehidupan Sara: Pribadi dan Spiritual.” Jurnal Koinonia: Fakultas Filsafat Universitas Advent Indonesia 11 (1): 1–13. https://doi.org/10.35974/koinonia.v11i1.2291.
Prasetyo, Yohanes Wahyu. 2022. “Relevansi Kisah Sara dan Hagar (Kejadian 16 dan 21) untuk Menjalani Kehidupan dalam Konteks Global.” Gita Sang Surya 17 (3): 61–65.
Reinhardt-Simpson, Autumn. 2020. “My Sister, My Enemy: Using Intersectional Readings of Hagar, Sarah, Leah, and Rachel to Heal Distorted Relationships in Contemporary Reproductive Justice Activism.” Feminist Theology 28 (3): 251–263. https://doi.org/10.1177/0966735020906937.
Schüssler Fiorenza, Elisabeth. 2001. Wisdom Ways: Introducing Feminist Biblical Interpretation. Maryknoll, NY: Orbis Books.
Tu’u, Tulus. 2012. “Ciptaan Perkasa yang Melayani.” Pambelum: Jurnal Teologi 4 (1): 27–46.
Tubagus, Steven. 2022. “Kajian Teologis tentang Sejarah Gereja dalam Alkitab.” Matheteuo: Religious Studies 2 (2): 77–88. https://doi.org/10.52960/m.v2i2.153.
Zwingel, Susanne, Elisabeth Prügl, and Gülay Çağlar. 2018. “Feminism.” In International Organization and Global Governance, edited by Thomas G. Weiss and Rorden Wilkinson, 2nd ed., 180–192. Abingdon, Oxon: Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315301914-16.