PANGERAN PARA PENGKHOTBAH: PATRON CHARLES HADDON SPURGEON DALAM KHOTBAH EKSPOSITORI BAGI GEREJA POSTMODERN

Penulis

  • Apin Militia Christi STT Bethel Indonesia Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.46933/DGS.vol9i1134-151

Kata Kunci:

Charles Haddon Spurgeon, khotbah, penginjilan, Postmodern

Abstrak

Charles Haddon Spurgeon, dikenal sebagai "Pangeran Para Pengkhotbah," memberikan teladan luar biasa bagi pengkhotbah era postmodern melalui khotbah ekspositorinya yang mendalam dan terperinci. Spurgeon menunjukkan pentingnya keakuratan eksegetis, aplikasi praktis, dan penggunaan retorika efektif dalam menyampaikan pesan Alkitab. Selain itu, keterlibatannya dalam karya sosial dan dedikasinya terhadap pendidikan teologis, seperti pendirian The Pastor's College, menunjukkan komitmennya dalam merespons kebutuhan sosial dan mendukung pertumbuhan gereja. Integritas dan komitmen pribadi Spurgeon dalam menjalankan pelayanan juga menjadi pilar penting yang harus diikuti pengkhotbah masa kini. Melalui kontekstualisasi Injil, Spurgeon berhasil menghubungkan pesan Alkitab dengan realitas kehidupan jemaatnya, memberikan contoh relevan untuk mengatasi tantangan zaman. Pengkhotbah di era postmodern disarankan untuk mengikuti metode dan prinsip pelayanan Spurgeon, termasuk studi eksegesis mendalam, keterlibatan dalam karya sosial, dan pendidikan teologis berkelanjutan. Dengan demikian, pengkhotbah dapat memberikan pelayanan yang berdampak, memperkuat pondasi iman, dan memperluas pengaruh gereja dalam masyarakat.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Carswell, R. (2004). Charles Spurgeon: The Prince and the Paupers. In Historia (pp. 118–135).

Christi, A. M. (2018). Homiletika: Cara Menyusun dan Menyampaikan Khotbah yang Inspiratif. STT Bethel Indonesia.

Croy, L. (2022). Charles Spurgeon and Followership. In Regent Research Roundtables Proceedings (pp. 32–55). https://doi.org/10.6084/m9.figshare.21913605

Diprima, A. (2023). Social Implications of Spurgeon’s Gospel. Christian Living. https://www.thegospelcoalition.org/article/social-implications-spurgeons-gospel/

Drummond, L. A. (1992). Spurgeon: Prince of Preachers. Kregel Publications.

Hasiholan, A. M., Nainggolan, H., & Bratanata, D. S. (2023). Gereja dan Orang dengan Disabilitas (Survei Pemahaman Anggota Jemaat Gereja terhadap Kehadiran dan Pelayanan bagi Orang dengan Disabilitas). Jurnal Teologi Berita Hidup, 6(1), 381–400.

Hasiholan, A. M., & Sihotang, D. (2022). Pneumatologi Lukas: Karya Roh Kudus dan Implikasinya untuk Orang Percaya Era Postmodern. HUPERETES: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 3(1), 81–91. https://doi.org/10.46817/huperetes.v3i1.87

Hasiholan, A. maringan. (2023). Supremasi Yesus di Era Postmodern: Menelusuri Kristologi Athanasius dalam Teori dan Praksis. DIEGESIS: Jurnal Teologi, 8(2), 243–261.

Louw, D. (2016). Preaching as art (Imaging the unseen) and art as homiletics (verbalising the unseen): Towards the aesthetics of iconic thinking and poetic communication in homiletics. HTS Teologiese Studies / Theological Studies, 72(2), 1–14. https://doi.org/10.4102/hts.v72i2.3826

McGowan, A. (2019). Charles Haddon Spurgeon: What Can We Learn From Him for Today? Verbum Christi: Jurnal Teologi Reformed Injili, 6(2), 133–146. https://doi.org/10.51688/vc6.2.2019.art3

Pakpahan, G., & Pantan, F. (2022). Konstruksi Teologis Integritas Kristen di Era Masyarakat 5.0. Jurnal Teologi Gracia Deo, 5(1), 1–9. http://e-journal.sttbaptisjkt.ac.id/index.php/graciadeo

Pantan, F. (2022). Pendidikan yang Membebaskan: Sadar akan Pluralitas dalam Pendidikan Kristiani di era Posmodern. Kurios (Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen), 8(1), 31–41. https://doi.org/10.30995/kur.v8i1.453

Pieterse, H., & Wepener, C. (2021). Preaching: An initial theoretical exploration. HTS Teologiese Studies / Theological Studies, 77(2), 74–77. https://doi.org/10.4102/hts.v77i2.6501

Piper, J. (2015). Charles Spurgeon: Preaching through Adversity. Desiring God.

Setyobekti, A. B. (2017). Pondasi Iman. Bethel Press.

Teng, M., & Margaret, C. (2020). Sketsa Pelayanan Gereja Sebelum, Selama, dan Sesudah Masa Pandemi COVID-19. Veritas: Jurnal Teologi Dan Pelayanan, 19(2), 201–213.

Wau, H. (2021). Hukum Utama Dalam Mempersiapkan Khotbah. Journal Kerusso, 6(1), 19–34. https://doi.org/10.33856/kerusso.v6i1.186

Unduhan

Diterbitkan

2024-02-29

Cara Mengutip

PANGERAN PARA PENGKHOTBAH: PATRON CHARLES HADDON SPURGEON DALAM KHOTBAH EKSPOSITORI BAGI GEREJA POSTMODERN. (2024). Diegesis : Jurnal Teologi, 9(1), 134-151. https://doi.org/10.46933/DGS.vol9i1134-151