DESAIN PENANAMAN NILAI-NILAI KEAGAMAAN BERBASIS KELUARGA
DOI:
https://doi.org/10.46933/DGS.vol8i2145-168Kata Kunci:
disain, agama, nilai, keluargaAbstrak
Artikel ini bertujuan memberikan paparan yang sederhana tentang tugas dan tanggung jawab keluarga dalam menanamkan nilai-nilai agama sebagai fondasi dalam moderasi beragama dalam konteks Indonesia. Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa munculnya berbagai aksi-aksi intoleran di negeri ini yang cenderung memakai baju agama sebagai tamengnya tidak dapat dipungkiri adalah merupakan kelalaian keluarga dalam memberikan dasar-dasar iman yang benar ditambah dengan pendidikan yang memadai perihal menghormati dan menghargai sesama pemeluk agama. Metode penulisan yang dipakai dalam artikel ini ialah studi kepustakaan yang akan membedah dan menganalisis berbagai ide dan gagasan untuk menghasilkan sebuah disain penanaman nilai dalam menyemai moderasi beragama berbasis keluarga. Hasil penelitian ini menjawab bahwa adanya penanaman nilai agama dalam keluarga akan membangun juga sikap moderasi beragama seorang ketika berada diluar lingkungan keluarga baik disekolah maupun ditempat lain hal ini karena sudah tertanamnya nilai sejak dini setiap anak-anak dalam keluarga bahwa penting menghormati sesama umat beragama.
Unduhan
Referensi
Angkouw, S. R., & Simon, S. (2021). Peranan Orang Tua Dalam Pendidikan Agama Kristen Terhadap Pertumbuhan Rohani Anak. SHAMAYIM: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 1(1), 29–44. https://doi.org/10.51615/sha.v1i1.3
Asnawan. (2019). Urgensitas Keluarga dalam Menanamkan Nilai-Nilai Pendidikan Keagamaan Pada Anak. Jurnal Auladuna, 1(2), 127–144.
Dedih, U., Zakiyah, Q. Y., & Melina, J. O. (2019). Perhatian Orang Tua dalam Pendidikan Keagamaan Anak di Rumah Hubungannya dengan Perilaku Mereka di Lingkungan Sekolah. Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal, 4(1), 1–23. https://doi.org/10.15575/ath.v4i1.2585
Dinham, A., & Shaw, M. (2017). Religious literacy through religious education: The future of teaching and learning about religion and belief. MDPI, 8(7), 1–13. https://doi.org/10.3390/rel8070119
Gulo, S. (2017). Prinsip Pendidikan Agama Kristen dalam Keluarga Bagi Keluarga Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) Gunung Sitoli. Jurnal Global Edukasi, 3(3), 452–456.
Hartika, M., Kristiyani, D. N., & Mayopu, R. G. (2018). Peran Pemerintah Serta Pemuka Agama dalam Membentuk Perilaku Masyarakat Salatiga Untuk Hidup Berdampingan Melalui Tagline “Kota Salatiga Hati Beriman.” Pax Humana, 4(1), 063–084.
Hendrik, H. (2021). Belajar Hidup Berdampingan: Model-Model Pengelolaan Keragaman Agama oleh Sekolah di Indonesia. Jurnal SMaRT: Studi Masyarakat, Religi Dan Tradisi, 7(2), 196–205.
Hidajat, D. (2018). Gereja Di Rumah: Kontekstualisasi Fungsi-Fungsi Rumah dalam Masa Perjanjian Baru untuk Pekabaran Injil. Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan, 17(2), 107–117. https://doi.org/10.36421/veritas.v17i2.310
Indriani, W., & Susilo, H. (2021). Efektivitas Dongeng untuk Menanamkan Moral pada Anak Usia Dini di Rumah. J+Plus Unesa, 10(1), 329–337.
Kusumastuti, N., & Rukiyati, R. (2018). Penanaman Nilai-nilai Moral melalui Kegiatan Bercerita pada Anak Usia 5 Tahun. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi, 5(2), 162. https://doi.org/10.21831/jppfa.v5i2.14830
Marbun, P. (2020a). Optimalisasi Fungsi Rumah sebagai Tempat Pembinaan Warga Gereja di Masa Pandemi Covid-19. DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatik, 3(1), 26–43.
Marbun, P. (2020b). Strategi dan Model Pembinaan Rohani untuk Pendewasaan Iman Jemaat. Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH), 2(2), 151–169. https://doi.org/10.37364/jireh.v2i2.42
Marbun, P. (2022). Desain Pemuridan Sebagai Model Pembinaan Warga Gereja Berkelanjutan bagi Jemaat. Jurnal Teologi Berita Hidup, 4(2), 450–469. https://doi.org/https://doi.org/10.38189/jtbh.v4i2.259
Mukhamad Murdiono. (2008). Metode Penanaman Nilai Moral Untuk Anak Usia Dini. Metode Penanaman Nilai Moral Untuk Anak Usia Dini, 38(2), 167–186.
Mukhlis, M., & Makhya, S. (2020). Model Kolaborasi Kebijakan Deradikalisasi Agama Berbasis Pondok Pesantren. Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi), 6(1), 63–79. https://doi.org/10.18784/smart.v6i1.905
Mustofa, A. (2020). Pendidikan Keagamaan untuk Membentuk Kerukunan Antarumat Beragama di Medowo Kandangan Kediri. Nazhrun: Jurnal Pendidikan Islam, 3(1), 14–37. https://doi.org/DOI: https://doi.org/10.31538/nzh.v3i1.399 PENDIDIKAN
Napsiah, N. (2019). Modal Sosial Sebagai Penguatan Identitas Sosial Masyarakat Muslim di Bali. Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, Dan Tradisi), 5(1), 101–111. https://doi.org/10.18784/smart.v5i1.740
Nendissa, J. E. (2021). Peran Kitab Keagamaan terhadap Perkembangan Iman Pemuda Gereja dalam Pendidikan Kristen. Didaskalia Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 2(2), 44–55. https://doi.org/https://doi.org/10.51667/djpk.v2i2
Rosdiana. (2017). Pendidikan Keagamaan pada Keluarga Padede Bulaeng. Educandum: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 3(1), 115–129.
Rossiter, G. (2010). Religious Education and The Changing Landscape of Spirituality: Through The Lens of Change in Cultural Meanings. Journal of Religious Education, 58(2), 25–36.
Saba, E., Tari, E., & Rita. (2020). Implementasi Pendidikan Agama Kristen dalam Keluarga Melalui Gereja. Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 1(2), 218–233.
Sihombing, A. A. (2021). Pendidikan Karakter dalam Sekolah Taman Seminari. EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Dan Keagamaan, 19(2), 155–170. https://doi.org/10.32729/edukasi.v19i2.772
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. ALFABETA.
Sunarko, A. S. (2021). Fungsi Keluarga dalam Perspektif Alkitab sebagai Basis Pendidikan Agama Kristen. Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK), 2(1), 79–93. https://doi.org/10.52489/jupak.v2i1.15
Supriyanto, D. (2015). Perkembangan Nilai Agama dan Moral Anak dan Pendidikan Keagamaan Orang Tua. Modeling Jurnal Program Studi PGMI, 2(2), 86–105.
Tapingku, J. (2020). Ibadah yang Disukai Tuhan dalam Agama Kristen Menurut Teks Amos 5:21-24. Religi: Jurnal Studi Agama-Agama, 16(2), 132. https://doi.org/10.14421/rejusta.2020.1602-01
Waseso, H. P., & Sekarinasih, A. (2021). Moderasi Beragama Sebagai Hidden Curriculum di Perguruan Tinggi. Educandum, 7(1), 91–103.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).




