MODEL PENDAMPINGAN PASTORAL BAGI REMAJA YANG MENGALAMI BROKEN HOME GUNA MEMBANGUN CITRA DAN KONSEP DIRI YANG BENAR

Penulis

  • Wiryohadi Wiryohadi Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia
  • Periskila Sitompul Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia
  • Gede Widiada Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.46933/DGS.vol6i255-71

Kata Kunci:

Remaja, Broken Home, Pendampingan Pastoral

Abstrak

Masa remaja identik dengan proses pencarian jati diri pribadi dalam kehidupan masyarakat. Proses ini sangat dipengaruhi oleh nilai yang ditanamkan oleh orang tuanya sejak masa kanak-kanak. Namun, bagaimana jika orang tuanya tidak menjalankan fungsi itu dan anak dalam lingkungan keluarga yang broken. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan potret lengkap akan model konseling pastoral yang tepat bagi remaja yang mengalami keluarga broken home. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memotret fenomena ini di masyarakat dengan wawancara dan observasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra dan konsep diri remaja yang mengalami keluarga broken home mengarah kepada citra diri yang buruk dan bertentangan dengan Firman Tuhan. Namun, jika dilakukan konseling pastoral dengan melibatkan keluarga, komunitas dan gembala secara intens, maka kecenderungannya mengarah kepada hal yang positif.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Agustina, Y. (2016). Self Disclosure Mengenai Latar Belakang Keluarga yang Broken Home kepada Pasangannya. E-Komunikasi, 4(1), 1–12. https://www.neliti.com/id/publications/78311/self-disclosure-mengenai-latar-belakang-keluarga-yang-broken-home-kepada-pasanga

Ali, M., & Asrori, M. (2012). Psikologi Remaja: Perkembangan Peserta Didik. PT Bumi Aksara.

Amos Hosea. (2019). Karakteristik Pendidikan Iman dalam Pentakostalisme. Diegesis : Jurnal Teologi, 4(2), 51–57. https://doi.org/10.46933/dgs.vol4i251-57

Aziz, M. (2015). PERILAKU SOSIAL ANAK REMAJA KORBAN BROKEN HOME DALAM BERBAGAI PERSPEKTIF (Suatu Penelitian di SMPN 18 Kota Banda Aceh). Jurnal Al-Ijtimaiyyah, 1(1), 30–50. https://doi.org/10.22373/al-ijtimaiyyah.v1i1.252

Bierhoff, M. (2011). Efficiency optimized control of induction machine drives for battery applications. Proceedings - ISIE 2011: 2011 IEEE International Symposium on Industrial Electronics, 585–590. https://doi.org/10.1109/ISIE.2011.5984223

Chandra, D. C. (2019). FUNGSI TEORI DALAM METODE PENELITIAN KUALITATIF. Reseach Gate.

Christi, A. M. (2012). Jesus As the Healer. Pemikiran Teolog Gereja Bethel Indonesia Tentang Teologi Pentakosta, 1(1), 249–267.

Cipta, H. (2017). Dampak Perceraian Terhadap Kenakalan Remaja. Edugama: Jurnal Kependidikan Dan Sosial Keagamaan, 3(2), 88–103. https://doi.org/10.32923/edugama.v3i2.724

Engel, J. D. (2020). Pendampingan Pastoral Keindonesiaan. Kurios, 6(1), 47. https://doi.org/10.30995/kur.v6i1.153

Hulukati, W. (2015). Peran Lingkungan Keluarga terhadap Perkembangan Anak. Musawa, 7(2), 265–282.

Johni Hardori. (2008). Pola Asuh Orangtua Dalam Memperkenalkan Yesus Kristus Kepada Anak Batita. Edukasi: Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 1(1), 65–85.

Johni Hardori. (2014). The Lost of Pastoral Ministry. In Reaffirming our Identity (p. 285). STT Bethel Indonesia.

Lestari, S. (2012). Psikologi Keluarga: Penanaman Nilai dan Penanganan Konflik dalam Keluarga. Prenada Media Group.

Lie, F., Ardini, P. P., Utoyo, S., & Juniarti, Y. (2019). Tumbuh Kembang Anak Broken Home. Jurnal UPMK, 2(3), 114–123.

Luddin, A. B. M. (2011). Dasar-Dasar Konseling: Tinjauan Teori & Praktik. Cita Pustaka Media Perintis.

Marbun, P. _, & Nasution, A. F. N. (2021). Improving The Quality Of Information, Communication Technology Based Theology Learning. SISFOTENIKA, 11(1). https://doi.org/10.30700/jst.v11i1.1057

Muryati. (2018a). Jangan Panggil Aku Naomi. STT Bethel Indonesia.

Muryati. (2018b). Recovering from Grief: Pendampingan Pastoral bagi Penderita Penyakit Terminal. STT Bethel Indonesia.

Nadya Paramitha, Nuraeni, N., & Setiawan, A. (2019). Sikap Remaja Yang Mengalami Broken Home: Studi Kualitatif. Jmcrh, 3(3), 137–149.

Novalis, D., Sumarno, Y., & Paruntung, J. P. (2019). Penerapan Strategi Pembelajaran Kontekstual Dalam Upaya Meningkatkan Minat Belajar Pak. Edukasi: Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 10(1), 27–39.

Nugroho, F. J. (2017). Pendampingan Pastoral Holistik: Sebuah Usulan Konseptual Pembinaan Warga Gereja. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili Dan Pembinaan Warga Jemaat, 1(2), 139. https://doi.org/10.46445/ejti.v1i2.71

Pakpahan, G. K. R., & Taneo, A. Y. (2020). Kajian Sosio – Etis Teologis Terhadap Moralitas Sosial Umat Kristen Di Kecamatan Alak, Kupang – Nusa Tenggara Timur. Matheo : Jurnal Teologi/Kependetaan, 10(1), 23–36. https://doi.org/10.47562/matheo.v10i1.99

Pantan, F. (2016). Metafisika Pendidikan Iman di Gereja. Diegesis: Jurnal Teologi, 1(1).

Pratiwi, I. W., & Handayani, P. A. L. (2020). Konsep Diri Remaja yang Berasal dari Keluarga Broken Home. JP3SDM, 9(1), 17–32.

R Rustina. (2014). Keluarga dalam Kajian Sosiologi. Musawa, 6(2), 287–322.

Rajagukguk, J. S. P., & Sugiono, L. (2020). Tinjauan Liturgis Unsur-Unsur Ibadah Pentakosta Terhadap Kedewasaan Rohani. Matheo : Jurnal Teologi/Kependetaan, 10(1), 37–51. https://doi.org/10.47562/matheo.v10i1.101

Ritonga, H. (2019). Psikologi Komunikasi. Perdana Mulya Sarana Publishing.

Scholevar, G. P., & Schwoeri, L. D. (2003). Textbook of Family and Couples Therapy. American Psychiatric Publishin.

Sumarno, Y. (2008). Kecerdasan Emosional dan Kemampuan Berinteraksi Dengan Lingkungan. Edukasi: Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 1(1), 87–105.

Sumarno, Y., & Siska, R. (2009). Kasih Sayang Orangtua Mempengaruhi Pertumbuhan Remaja. Edukasi: Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 2(1), 40.

Willis, S. S. (2012). Remaja dan Permasalahannya. Alfabeta.

Wiryasaputra, T. S., & Handayani, R. (2013). Pengantar Kedalam Konseling Pastoral. Asosiasi Konselor Pastoral Indonesia.

Unduhan

Diterbitkan

2021-08-31

Cara Mengutip

MODEL PENDAMPINGAN PASTORAL BAGI REMAJA YANG MENGALAMI BROKEN HOME GUNA MEMBANGUN CITRA DAN KONSEP DIRI YANG BENAR. (2021). Diegesis : Jurnal Teologi, 6(2), 55-71. https://doi.org/10.46933/DGS.vol6i255-71