Imagologi Spiritual
( Mengenang Kepemimpinan Kharismatik Pdt. Petrus Agung Purnomo)
DOI:
https://doi.org/10.46933/DGS.vol4i226-37Keywords:
imagologi, kepemimpinan, kharismatik, imitasi, spiritualAbstract
Pendeta Petrus Agung Purnomo merupakan salah seorang tokoh yang fenomenal sewaktu hidup, maupun pada saat meninggalnya. Kepemimpinan kharismatis menjadikan salah satu faktor dari keberhasilan pelayanannya. Berkenaan dengan kepemimpinan tersebut, bagaimana imagologi yang ditampilkan dari sosok kharismatis tersebut? Dengan menggunakan pendekatan kualitatif didapatkan bahwa “anak didik” dari Sang Pemimpin kharismatik, melakukan imagologi dengan mengimitasi tindakan “atraktif” sewaktu melayani. Imitasi tersebut meliputi gaya bahasa, olah tubuh dan gaya berpakaian. Ketiga hal tersebut akhirnya menjadikan standar untuk mengukur tingkat kerohanian di kalangannya. Imagologi tanpa identifikasi dan interaksi yang tidak mendalam akan menimbulkan stigmatisasi spiritual dengan pemahaman yang sangat dangkal. Oleh sebab itu diperlukan interaksi dan edukasi, supaya imagologi spiritual dapat terkikis, dan mengembalikan makna dasar tentang kehidupan spiritual di dalam gereja.
Downloads
References
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).




