16 Desember 2016

SEJARAH

Sejarah Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia, atau yang dahulu dikenal dengan sebutan ITKI (Institut Theologia dan Keguruan Indonesia) beranjak dari visi Tuhan kepada hamba-Nya, Pdt. H.L. Senduk pada tahun 1953, yakni menyelenggarakan pendidikan theologia bagi mereka yang terpanggil untuk menjadi hamba Tuhan.

Pada tanggal 4 Agustus 1953 seluruh Pendeta dan Pendeta Pembantu  Gereja Injil Sepenuh (GBIS) seluruh Indonesia berkumpul di GBIS Jemaat Petamburan, yang berlokasi di Jl. Jati Petamburan No. 253 Jakarta, untuk melangsungkan Konferensi Majelis Besar II. Salah satu hal penting yang dihasilkan adalah tekad untuk secepatnya untuk mendirikan Sekolah Penginjil di Jakarta. Tujuannya adalah untuk mengokohkan kedudukan gereja, yakni mengabarkan Injil Tuhan ke seluruh Indonesia. Sebagai pelaksana untuk mewujudkan keputusan tersebut konferensi menunjuk Pdt. H.L. Senduk.

Pada tanggal 1 April 1954 kursus Sekoilah Penginjil dibuka di Jl. Matraman 54A, Jakarta. Untuk menampung para siswa, kegiatan belajar-mengajar dilaksanakan di tiga lokasi, yakni Jl. Jati Petamburan No. 253 Jakarta,  Jl. Gondangdia Lama No. 15 Jakarta, dan Jl. Jati Baru X No. 54 Jakarta.
Kursus ini disahkan oleh Kementrian Agama dalam Surat Keputusan Kementrian Agama RI No. F.II/8916 tertanggal 17 Juli 1954.

Bertetapan dengan hari Proklamasi Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1955 dilakukan peletakan batu pertama pembangunan sekolah. Adapun tanahnya disewa sejak 5 Oktober 1954, dengan membayar Rp. 1000,- setiap bulannya sebagai ganti rugi. Karena masalah teknis, pelaksana pembangunan baru dimulai 5 Nopember 1955. Pada tanggal 7 April 1956 Sekolah Penginjil Bethel dibuka dengan resmi, dengan dihadiri wakil dari pemerintahan dan gereja-gereja lainnya.

Tanggal 10 Januari 1957, dua puluh empat siswa angkatan pertama menyelesaikan kursus, untuk selanjutnya diutus masuk ke dalam lading Tuhan. Guru-guru yang pertama mengajar di Sekolah Penginjil Bethel adalah Pdt. H.L. Senduk, Pdt. Andriesse, Ny. H.L. Senduk, Ang Liong Tjie, Pdt. M. Akib, Dr. The Sean King, D.E Zakaria, S.F. Pangemanan, Rev. D.N. Walker, Mrs. D.N. Walker, M.D Mengunsong, dan S.B. Pardede. Menyusul kemudian Surianata, S.J. Denso, W.K. Liotohe, Pdt. Salomoson, dan M.H. Siahaan.

Tanggal 25 Agustus 1960 diadakan kebaktian ucapan syukur atas selesainya pembangunan Sekolah Penginjil Bethel. Dengan meningkatnya kebutuhan dari lading Tuhan, pada tahun 1968 dibukalah Pendidikan Guru Agama Kristen/Protestan (PGAK/P) yang bertujuan menyediakan tenaga pengajar dalam agama Kristen tingkat SD, dan Akademi Theologia Bethel (ATB) yang menghasilkan Bachelor of Theology (B.Th).

Untuk mengelola ketiga kegiatan pendidikan ini (SP, PGAK/P, dan ATB) dibentuklah Seminari Bethel Jakarta, sebagai perpanjangan tangan dari Yayasan Bethel sebagai penanggung jawab sekaligus pemilik.Dengan penunjukan pemerintah cq. Direktur Jendral Bimbingan Masyarakat (Kristen) Protestan, Departemen Agama RI, pada tahun 1980, Seminari Bethel dipercaya untuk menyelenggarakan pilot proyek pengadaan Pendidikan Agama Kristen program S1, dengan lama pendidikan 4-7 tahun, yang menggunakan kurikulum Departemen Agama dengan system kredit terpimpin. Pada tahun itu juga Akademi Theologia Bethel dikembangkan dari program Backelor Of Theology (B.Th) menjadi Sarjana Theologia (S.Th). Pada tahun tersebut juga pengelolaan pendidikan yang selama ini berada di bawah tanggung jawab Yayasan Bethel diserahkan kepada Badah Pekerja Harian Gereja Bethel Indonesia (BPH GBI)

Karena dianggap kurang komunikatif, atas saran Dirjen Bimas Kristen/Protestan nama Seminari Bethel diubah menjadi Lembaga Pendidikan Theologia Bethel Jakarta (LPTBJ), yang bertanggung jawab sebagai pengelola Sekolah Penginjil (SP); Pendidikan Guru Agama Kristen/Protestan (PGAK/P), dan Institut Theologia Dan Keguruan Indonesia (ITKI) yang di dalamnya ada Fakultas Pendidikan Agama Kristen/Protestan (F.PAK) dan Fakultas Theologia (.F.TH).

Pendidikan Guru Agama Kristen/Protestan (PGAK/P) sejak berdirinya pada tahun 1968 hingga kini telah mengalami beberapa kali perubahan nama. Perubahan tersebut sebagai konsekwensi ditetapkannya Sistem Pendidikan Nasional (UU No. 2 Tahun 1989), dimana guru SD harus tamatan dari Perguruan Tinggi minimal Program Diploma II.

Tahun 1968 -1993 : Menggunakan nama Pendidikan Guru Agama
Kristen/Protestan (PGAK/P)
Tahun 1993 -1995 : Menjadi Sekolah Menengah Agama Kristen (SMAK)
Tahun 1995 -1996 : Menjadi Sekolah Menengah Theologia (SMTH)
Tanun 1966 – sekarang : Menjadi Sekolah Menengah Theologia Bethel Jakarta
(SMTB)

ITKI diresmikan tanggal 10 Agustus 1983. Fakultas Pendidikan Agama Kristen mendapat status terdaftar di Departemen Agama RI dengan SK Dirjen Bimas (Kristen) Protestan No. 68/tahun 1983. Sedangkan Fakultas Theologia mendapat status terdaftar melalui SK Dirjen Bimas (Kristen) Protestan No. 12 tahun 1990.

Untuk menjawab kebutuhan pelayanan, tahun 1994 ITKI membuka Fakiltas Misi, tahun 1991 bekerjasama dengan Church of God Theological Seminary, 900 Walker Street N.E.-PO Box 3330, Clevelend TN. 37320-3330 Program Pasca Sarjana Master of Arts in Church Ministry (MACM) dibuka, Master of Divinity (M.Div) pada tahun 1995 dan tahun 2003 Master of Theology (M.Th).

Karena dianggap dianggap kurang familier, berdasarkan keputusan rapat BPL GBI ke III, dengan Surat Keputusan nomor 015/BPL/III/2003 nama Lembaga Pendidikan Theologia Bethel Jakarta (LPTBJ) diubah menjadi Seminari Bethel Jakarta

Kembali