27 April 2018

PERATURAN AKADEMIK

 

A. KODE ETIK MAHASISWA

  1. Kode Etik Mahasiswa

a. Pengertian Kode Etik Mahasiswa STT Bethel Indonesia adalah ketentuan yang mengatur tentang sikap dan          perilaku mahasiswa di lingkungan kampus dalam peran serta menciptakan suasana kehidupan kampus yang              harmonis, tertib, aman, dan dinamis yang didasarkan pada prinsip Alkitab.

b. Kode etik mahasiswa wajib ditaati dan dilaksanakan oleh seluruh mahasiswa sehingga tercipta kehidupan              kampus yang harmonis, tertib, aman dan dinamis dalam pengertian:

  • Harmonis: Kehidupan yang serasi dan seimbang antara sesama mahasiswa dan dengan segenap warga kampus serta pimpinan di tingkat STT Bethel Indonesia.
  • Tertib: Segenap warga kampus mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku di STT Bethel Indonesia.
  • Aman: Adanya perasaan tenang, terlindungi dan bebas dari rasa takutalam menjalankan tugas dan peranan masing-masing.
  • Dinamis: Adanya aktivitas mahasiswa dan warga kampus dalam mengembangkan kreasi dan prestasi dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai perkembangan zaman.

c. Kode etik mahasiswa dalam pelaksanaannya tetap mengedepankan norma-norma yang berlaku di masyarakat

d. Pelanggaran terhadap norma atau peraturan yang berlaku di STT Bethel Indonesia yang menyebabkan terganggunya suasana kehidupan kampus maupun citra STT Bethel Indonesia dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia maupun sanksi yang ditetapkan oleh STT Bethel Indonesia

e. Sebagai pedoman tata nilai yang harus dijunjung tinggi dan dihayati dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan kedudukan masing-masing.

f. Kode etik STT Bethel Indonesia adalah pedoman tata nilai yang harus dijunjung tinggi dan dihayati serta dilakukan oleh mahasiswa di dalam maupun di luar kampus

 

Kode Etik Umum Mahasiswa

  1. Menjunjung tinggi nama dan nilai-nilai luhur STTBI.
  2. Berusaha menyelesaikan studi tepat waktu dengan hasil yang sebaik-baiknya.
  3. Menghormati dosen, karyawan, sesama mahasiswa, dan juga masyarakat pada umumnya.
  4. Siap sedia membantu sesama mahasiswa dalam hal yang positif.
  5. Mengikuti kegiatan tatap muka di kelas secara disiplin.

 

Kode Etik dalam Berpakaian

  1. Mahasiswa harus berpakaian yang sopan, bersih dan rapi di dalam maupun diluar kampus, sehingga mencerminkan sikap insan yang terpelajar.
  2. Mahasiswi: pakaian kuliah/kerja dan memakai rok yang sopan; mahasiswa: berpakaian sopan, kemeja berdasi/batik, celana kerja (bukan jeans).

 

Kode Etik dalam Pergaulan

  1. Senantiasa menjaga sikap santun dan saling menghormati/menghargai dosen, tenaga kependidikan dan sesama mahasiswa.
  2. Menggunakan bahasa pergaulan yang mencerminkan sikap saling menghargai.
  3. Bergaul secara wajar berdasarkan nilai-nilai kekristenan, menghormati agama lain, dan norma-norma hukum yang berlaku.

 

HAK DAN KEWAJIBAN MAHASISWA

Mahasiswa mempunyai Hak:

  1. Memiliki kebebasan akademik dalam mengkaji ilmu sesuai dengan kaidah yang berlaku di lingkungan STT Bethel Indonesia.
  2. Memperoleh pengajaran, bimbingan atau konseling akademik dan non akademik sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan.
  3. Memanfaatkan fasilitas STT Bethel Indonesia dalam rangka kelancaran proses belajar mengajar.
  4. Mendapat arahan dan tuntunan dosen pembimbig akademik dalam rangka menyelesaikan program studi yang ditempuh.
  5. Memperoleh layanan informasi dan administrasi yang berkaitan dengan program studi dan jenjang pendidikan yang diikuti.
  6. Menyelesaikan studi sesuai jadwal yang ditetapkan dan persyaratan yang berlaku.
  7. Merubah program studi yang akan diikuti, berdasarkan minat dan pertimbangan yang yang sesuai dengan pilihannya, atas persetujuan Puket 1.
  8. Terlibat sebagai anggota dan dipilih sebagai pengurus organisasi kemahasiswaan di lingkngan STT Bethel Indonesia.

 

Mahasiswa berkewajiban untuk:

  1. Menjunjung nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945
  2. Menjaga nama baik STT Bethel Indonesia.
  3. Patuh terhadap semua peraturan yang berlaku pada STT Bethel Indonesia.
  4. Menyelesaikan pendidikan dengan tepat waktu
  5. Menyelesaikan biaya pendidikan sesuai dengan ketetapan yang berlaku.
  6. Mengikuti semua kegiatan dan program yang ditetapkan oleh STT Bethel Indonesia.

 

ORGANISASI KEMAHASISWAAN

1.Organisasi kemahasiswaan STT Bethel Indonesia adalah Organisasi Intra STT Bethel Indonesia, sebagai wadah dan sarana pengembangan diri mahasiswa, perluasan wawasan dan peningkatan kecendiakawanan serta integritas.

2.Organisasi Kemahasiswaan STT Bethel Indonesia diselenggarakan berdasarkan prinsip dari, oleh dan untuk mahasiswa, yang memberi keleluasaan kepada mahasiswa, dan mengacu pada ketentuan yang berlaku.

3.Bentuk dan badan kelengkapan organisasi kemahasiswaan STT Bethel Indonesia ditetapkan oleh Puket 3, dan diatur sesuai ketentuan yang berlaku.

4.Organisasi Kemahasiswaan STT Bethel Indonesia dalam melaksanakan tugas, fungsi dan kegiatannya berpedoman pada peraturan Organisasi Mahasiswa yang telah disepakati dalam forum yang telah ditetapkan, tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku: Statuta STT Bethel Indonesia dan peraturan/kebijakan pimpinan.

5.Kedudukan Organisasi Kemahasiswaan STT Bethel Indonesia merupakan kelengkapan non-struktural pada Organisasi STT Bethel Indonesia.

6.Pentabisan Organisasi Kemahasiswaan program studi dilakukan oleh Ka. Prodi dan dilakukan oleh pembantu ketua 3

7.Organisasi Kemahasiswaan STT Bethel Indonesia mempunyai fungsi sebagai wadah dan sarana :

  • Perwakilan mahasiswa untuk menampung dan menyalurkan aspirasi, menetapkan Garis-garis Besar Program Kerja dan melaksanakan Kegiatan Organisasi Kemahasiswaan.
  • Komunikasi dan kerjasama antar mahasiswa.
  • Pengembangan potensi diri mahasiswa sebagai insan akademis, calon ilmuwan dan intelektual yang berguna di masa depan.

8.Pengembangan Pelatihan Keterampilan Manajemen, Kepemimpinan dan Kepedulian sosial.

9.Pembinaan dan pengembangan kader-kader bangsa yang berpotensi dalam melanjutkan kesinambungan pembangunan nasional.

10.Untuk memelihara dan mengembangkan ilmu dan teknologi yang dilandasi oleh norma-norma Alkitab, akademis, etika, moral, wawasan kebangsaan, demokrasi dan hak azasi manusia.

11.Kepengurusan Organisasi Kemahasiswaan STT Bethel Indonesia disusun oleh ketua terpilih berdasarkan ketentuan yang berlaku, sekurang-kurangnya terdiri atas ketua umum, sekretaris, bendahara dan anggota.

12.Masa bakti pengurus kemahasiswaan STT Bethel Indonesia satu tahun dan khusus untuk ketua umum tidak dapat dipilih kembali untuk periode berikutnya

13.Ketua organisasi kemahasiswaan STT Bethel Indonesia ditetapkan melalui tata cara dan mekanisme pemilihan.

14.Pengurus dan anggota organisasi mahasiswa STT Bethel Indonesia pada masing-masing tingkatan adalah mahasiswa yang terdaftar dan aktif dalam kegiatan akademik.

15.Pembiayaan untuk organisasi kemahasiswaan STT Bethel Indonesia bersumber dari dana kegiatan mahasiswa (DKM) yang dihimpun pada setiap semester dan/atau usaha-usaha lain seijin pimpinan STT Bethel Indonesia yang dapat dipertanggung jawabkan akuntabilitas penggunaan dananya, sesuai dengan peraturan yang berlaku.

16.Pimpinan sekolah Tinggi dan/atau Program Studi dapat memberikan sanksi akademis dan administratif kepada pengurus dan anggota organisasi kemahasiswaan STT Bethel Indonesia, apabila melanggar peraturan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

17.Hal-hal yang belum diatur dalam peraturan organisasi kemahasiswaan ini, akan diatur lebih lanjut oleh Puket 3.

 

KEGIATAN ORGANISASI KEMAHASISWAAN

1.Kegiatan Organisasi Kemahasiswaan STT Bethel Indonesia merupakan kegiatan ekstra-kurikuler yang terencana dan terpadu dalam bentuk program kerja tahunan, yang mendukung dan melengkapi kegiatan kurikuler dalam rangka mencapai tujuan Pendidikan.

2.Kegiatan Organisasi Kemahasiswaan STT Bethel Indonesia dikembangkan untuk memperlengkapi mahasiswa dalam menghadapi persaingan global yang berakhlak dan beretika serta mempunyai sikap kritis, professional, dan jiwa nasionalisme; berdasarkan pada wawasan kebangsaan, demokrasi, dan menghormati hak asasi manusia.

3.Kegiatan Organisasi Kemahasiswaan meliputi :

  • Organisasi tingkat perguruan tinggi/ STT Bethel Indonesia
  • Organisasi kemahasiswaan tingkat program studi
  • Organisasi kegiatan mahasiswa dalam asrama Seminari Bethel

4.Proses pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan diatur berdasarkan kebijakan Ketua STT Bethel Indonesia atau unsur pimpinan terkait.

5.Organisasi Kemahasiswaan STT Bethel Indonesia menyelenggarakan kegiatan kemahasiswaan ditingkat Sekolah Tinggi, Program Studi sesuai dengan Program Kerja Tahunan atas sepengetahuan Puket 3 dan Ketua Program Studi.

6.Perencanaan dan pelaksanaan kegiatan Organisasi Kemahasiswaan wajib memperhatikan bobot keseimbangan bidang kegiatan akademis dan non-akademis.

 

PERIJINAN DAN PELAKSANAAN KEGIATAN KEMAHASISWAAN

  1. Untuk tertibnya penyelenggaraan ekstra kulikuler, mahasiswa harus mengikuti peraturan yang ditetapkan oleh STT Bethel Indonesia.
  2. Setiap kegiatan kemahasiswaan harus mendapat ijin secara tertulis yang dari Ketua atau Pimpinan (Puket 1,2 dan 3 ) sesuai dengan prosedur yang berlaku.
  3. Sarana dan prasarana di kampus STT Bethel Indonesia merupakan perangkat penyelenggara pendidikan yang pemanfaatannya diatur oleh Coorporate Secretary (CS).
  4. Pelaksanaan kegiatan mahasiswa, wajib bertanggung jawab memelihara sarana dan parasarana milik STT Bethel Indonesia yang digunakan untuk kegiatan tersebut.
  5. Pelaksanaan kegiatan mahasiswa wajib membuat laporan secara tertulis kepada Puket 3

 

DANA KEGIATAN MAHASISWA

Dana Kegiatan Mahasiswa (DKM) adalah dana / bagian dari biaya pendidikan yang diterima dari mahasiswa 1 (satu) kali setiap semester, yang diserahkan kembali kepada mahasiswa untuk mendanai kegiatan-kegiatan kemahasiswaan yang diselenggarakan oleh Organisasi Kemahasiswaan tingkat Perguruan Tinggi maupun Program Studi.

 

PENGGUNAAN FASILITAS KAMPUS

Fasilitas Kampus adalah sarana dan prasarana dilingkup STT Bethel Indonesia yang merupakan perangkat penyelenggaraan pendidikan. Penggunaan fasilitas kampus harus sesuai dengan peruntukannya dan wajib memenuhi peraturan, ketentuan dan prosedur yang berlaku.

  1. Setiap mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan wajib mematuhi ketentuan/ tata tertib penggunaan fasilitas kampus untuk memelihara dan bertanggung jawab jika terjadi kerusakan/kerugian.
  2. Prosedur penggunaan fasilitas kampus adalah sebagai berikut:
  • Penggunaan fasilitas untuk kegiatan kemahasiswaan memperoleh ijin tertulis yang dikeluarkan oleh Coorporate Secretary .
  • Ijin penggunaan fasilitas kampus diberikan oleh CS jika mahasiswa telah mendapat Surat Ijin Kegiatan dari pimpinan terkait.
  • Pengajuan permohonan harus memperhatikan waktu pelaksaaan untuk memastikan jadwal pemakaian fasilitas kampus.
  1. Ijin penggunaan fasilitas kampus sebagaimana pada butir 2 meliputi:
  • Perparkiran oleh bagian keamanan, dengan tembusan kepada CS
  • Sarana prasarana diprogram studi oleh ketua program studi dengan tembusan kepada Puket I dan Coorporate Secretary
  • Sarana Prasarana lain diluar kewenangan STT Bethel Indonesia, diatur oleh Yayasan Bethel Indonesia
  1. Pengunaan fasilitas kampus oleh pihak lain selain mahasiswa/organisasi kemahasiswaan diatur tersendiri oleh pimpinan STT Bethel Indonesia.

 

 

 

 

 

Kembali