Jakarta, 15 November 2017, Sivitas Akademika STT Bethel Indonesia melaksanakan ibadah Chapel di minggu ketiga bulan november ini kembali bersama Dr. Erastus Sabdono dan istimewa chapel kali ini di hadiri oleh siswa siswi Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) dan Sekolah Penginjil (SP).

Topik yang diangkat oleh Dr. Erastus Sabdono ialah mengenai Percaya yang sesungguhnya kepada Tuhan:

PERCAYA

Percaya kepada Tuhan adalah percaya (pisteuo) yang menyerahkan diri kepada yang di percayai.

Secara hukum memang manusia harus bermoral baik baru setelah itu masuk kedalam persekutuan dengan Tuhan.

Hidup yang berkualitas lewat percaya adalah setiap apapun yang kita lakukan adalah sesuai dengan kehendak Allah.

Orang yang percaya secara sungguh lalu melayani Tuhan maka pelayanannya pun bisa mengubah manusia yang bukan hanya menjadi manusia yang baik tetapi manusia yang unggul sesuai dengan standard Tuhan Yesus, sebab tanpa agama manusiapun bisa menjadi baik.

Pelayanan itu mengubah orang lain, tetapi faktanya banyak lulusan Teologi, sekolah Alkitab, hamba Tuhan tidak memiliki pengaruh apapun terhadap orang lain, mereka berkotbah hanya sebatas pengetahuan karena tidak menghadirkan Tuhan dalam kotbahnya, tidak ada spirit.

Menyanyikan lagu, penyembahan hanya sekedar fantasi, tidak memiliki pengetahuan dan pengenalan yang dalam tentang Tuhan.

 

Selanjutnya Dr. Erastus Sabdono juga lebih banyak menasehati dan mengajari Siswa Mahsiswa yang hadir di dalam ibadah Chapel untuk hidup benar terutama di dalam membangun hubungan dengan Tuhan, prinsipnya adalah harus RADIKAL dan HIDUP SUCI.

Beberapa Mahasiswa di panggil ke depan untuk menjawab beberapa pertanyaan Dr. Erastus Sabdono, apakah mereka rela tidak menjalin hubungan dengan lawan jenis demi keseriusan dia dengan Tuhan dan mau hidup radikal untuk Tuhan.  

Dr. Erastus Sabdono juga mengajak seluruh Siswa dan Mahasiswa Seminari Bethel Jakarta untk bersama-sama merubah diri ke arah yang lebih baik untuk Seminari Bethel, agar Seminari bisa menghasilkan generasi yang radikal dan mampu mengubah banyak orang.

Demikianlah garis besar topik yang disampaikan Dr. Erastus Sabdono pada chapel kali ini, dan ini sekaligus pertemuan terakhir dengan mahasiswa STT Bethel Indonesia di tahun 2017, akan dilanjutkan di tahun 2018.

Terima Kasih Tuhan Yesus memberkati